Jumat, 23 November 2012

Nggak ngempeng lagi, ah!

Empeng seringkali merupakan bagian tak terpisahkan di masa bayi, sebagai alat bantu bersendawa atau pengantar tidur siang. Masalahnya, benda ini seringkali tetap tak terpisahkan meski si bayi sudah batita, kadang malah lebih besar lagi.

Saat bayi lepas dari empeng berbeda-beda untuk setiap anak. Tapi, seharusnya di usia tiga tahun empeng sudah mulai ditinggalkan. Terus-terusan pakai empeng bisa merusak struktur gigi. Itulah yang dikatakan oleh  Alan Greene, M.D., From Firts Kicks to First Steps

Bila empeng sudah menjadi obyek kenyamanan anak, berarti sudah waktunya Anda lebih tegas. Mungkin strategi berikut bisa Anda coba untuk menghentikan kebiasaan itu.
  • Beri batasan. Katakan pada si kecil, dia boleh ngempeng kalau mau tidur siang atau sebelum tidur malam. Tapi, Anda tak mengizinkan dia ngempeng lagi di depan umum (pastikan ada benda pengganti yang membuatnya merasa nyaman).
  • Buat empeng jadi tak enak lagi. Celupkan empang itu ke dalam jus sayuran. "Rasanya tak akan terlalu tak enak, tapi pasti tak seenak biasanya," kata Dr. Greene.
  • Dorong keinginannya untuk menjadi anak besar. Kumpulkan semua empeng-nya, lalu bawa dia ke toko mainan, dan biarkan dia 'menukarkan' empengnya dengan mainan.
  • Minta bantuan ahli. Biarkan niat membuang empengnya muncul setelah dia bicara dengan seseorang yang akan dia dengarkan.
Seorang ibu meminta dokter gigi putranya untuk minta si anak membuang empeng agar giginya tidak berantakan. Ternyata itu berhasil. "Setiba di rumah, dia minta gunting dan memotong empengnya sendiri," katanya. 

Dua kali tidur siang jadi sekali

Putra Sarah yang berusia 17 bulan, Aaron, biasanya tidur dua kali. Tapi belakangan hanya tidur sekali dan asyik bermain pada jam-jam ia biasa tidur di pagi hari. Menurut Marc Weissbluth, M.D., penulis Healthy Sleep Habits, Happy Child, bayi berumur 15 - 21 bulan rata-rata sudah tidak perlu tidur pagi lagi. Mereka hanya perlu tidur siang satu kali selama satu atau dua jam mulai dari tengah hari sampai sekitar pukul dua siang. Setidaknya hingga usia dua tahun.

Untuk mempermudah peralihan dari dua kali tidur siang menjadi satu kali, amati gerak-geriknya sekitar pukul 8.30 atau pukul 9.30. Jika dia kelihatan mengantuk, tidurkan. Tapi dia juga tetap harus tidur siang lagi pada jadwal yang biasa.

Sebaliknya, kalau dia kelihatan segar dan gembira, tidurkan satu kali saja. Tak perlu menunggu hingga jadwal tidur siangnya yang biasa. Prinsipnya, begitu dia mulai terlihat mengantuk, tidurkan saja. Anda bisa saja melakukan itu sekitar pukul 11 atau 11.30.

Setelah dia makin besar, lama kelamaan waktu tidurnya akan mundur menjadi sekitar pukul satu atau pukul dua siang.

Pada tahap ini, biasakan si kecil tidur lebih cepat di malam hari, sekitar 20 menit sampai 45 menit lebih awal agar dai tetap tidur cukup.

Kamis, 22 November 2012

Aku sedang berlari

Anak anda begitu asyik dengan dirinya ketika dia sudah mulai bisa berjalan. Tapi, setelah empat sampai enam bulan kemudian, dia akan menyadari, ada cara lain yang lebih cepat untuk menyeberangi ruangan agar bisa mengambil kue, yaitu berlari. Berlari membutuhkan latihan dan keseimbangan. Untuk membantunya :

PURA-PURA JADI KAPAL TERBANG. Untuk belajar, genggam erat tangannya sewaktu Anda berdua berjalan cepat. Itu akan membantu dia menyeimbangkan diri saat melatih kecepatan.

BUAT LINTASAN. Taruh beberapa mainan kesayangan di tengah-tengah ruangan, dan saksikan dia berlari cepat di antara mainan-mainan itu. Anda akan lebih mudah mengawasi ketika dia berlarian ke sana kemari. Selain itu, dia juga akan menikmati sensasi bergerak di dalam lingkaran. Anak kecil tak akan terganggu ketika merasa sedikit pening. Mereka senang mengalami stimulasi telinga bagian dalam.

MENITI JALAN MIRING. Sesekali biarkan dia meniti jalan miring yang biasa dilewati kereta dorong. Untuk membantu dia menguasai kecepatan dan keseimbangan, berdirilah di lintasan tersebut dan minta dia untuk berlari menyusurinya menuju pelukan Anda. 

Saatnya bebas dari stroller

Sebagian anak lepas dari kereta dorongnya di usia tiga tahun. Beberapa pertanyaan ini mungkin bisa membantu Anda memutuskan apakah saatnya sudah tiba :

APAKAH DIA INGIN KELUAR TERUS DARI STROLLER ATAU MENJERIT SAAT DITARUH ?

Anak kecil senang meluruskan kaki dan berlari-larian. Tak terikat membuat mereka merasa bebas mengamati segala sesuatu. Kalau dia memberontak dan rewel ketika Anda mulai membuka kereta dorongnya, biarkan dia berjalan tapi tetap dampingi dia.

BISAKAH DIA MENGENALI ARAH ?

Tak ada yang lebih baik daripada stroller untuk mencegah anak berlari ke tengah jalan raya atau tersesat di keramaian toko. Tapi kalau anak Anda minta memegang tangan Anda atau mau terus berada dekat Anda bila Anda minta, mungkin tak apa membiarkan dia berjalan.

Sebagai langkah awal, lakukan uji coba dulu dalam jarak dekat sebelum Anda pergi jauh tanpa stroller. Kunjungi tempat-tempat yang cocok untuk anak seperti taman bermain, dimana dia juga bisa berlatih memegang tangan Anda, lalu mencoba menjauh (tapi masih di tempat yang aman) bersama Anda tak jauh di belakangnya. Lalu panggil dia lari, agar memegan tangan Anda.

Kalau ia sudah makin lancar berkelana tanpa stroller, tak lama lagi stroller-nya siap masuk gudang.

Rabu, 21 November 2012

Batita (1-3 Tahun)

Di usia ini, anak sudah mulai belajar berjalan. Ia semakin tak bisa diam, dan tak henti melangkahkan kaki-kakinya yang mungil. Ia belajar melompat dan bahkan kemudian berlari ! sungguh mennggemaskan. Ia juga semakin pintar dan mandiri, sehingga Anda mulai berpikir untuk mempersiapkannya masuk prasekolah, atau mendaftarkannya di playgroup.

Sementara itu, Anda juga akan mulai sibuk dengan segala aktivitasnya. Ia senang mengeksplorasi apa saja di sekelilingnya, meraih apapun yang bisa ia raih, atau menjadikan apapun yang ia temukan sebagai mainan. Kertas pun bisa menjadi ajang eksplorasi, ia akan merobeknya atau bahkan memasukkannya ke mulut. Inilah saat yang tepat untuk memperkenalkannya pada disiplin pertamanya. Anda bisa mulai mengajarinya etiket di meja makan, atau melatihnya untuk bersabar. Hmm... senang sekali melihatnya bersikap manis, kan?